20 February 2011

Permaian Rakyat VS Permainan Modern

Di abad 21 sekarang ini kita tidak bisa mengindar dari pengaruh globalisasi dan modernisasi. Mau tidak mau, suka tidak suka manusia sekarang harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Jargon era globalisasi dan modernisasi yang ingin selalu bertindak cepat, mudah, efektif, hingga instan membuat kita sering melupakan sebuah proses. Bukankah pepatah bijak mengatakan “bukanlah awal atau ahir (hasil) yang menjadi point terpenting melainkan proses”. Era globalisasi mendidik kita untuk mencapai tujuan (hasil) sesempurna mungkin, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Oleh sebab itu manusia modern cendrung individualistik. 

Pengaruh globalisasi ini sudah menjalari manusia modern sejak usia balita mulai dari hal terkecil seperti mainan anak-anak. Kita semua tahu bahwa usia anak-anak adalah usia bermain, istilahnya tiada hari tanpa bermain bagi anak-anak. Nah kalau dari sejak balita saja manusia sekarang sudah terdidik untuk instant tentu setelah
dewasa nilai tersebut tertanam sangat kuat dan sulit untuk diperbaiki. 

Permainan anak modern zaman sekarang selain mahal juga kurang mendidik. Hampir tidak ada mainan yang gratis di era sekarang ini. Ingin main mobil-mobilan harus beli, mau main boneka-bonekaan juga beli, apalagi game online, PS, game board dan lain sebagainya semuanya harus serba beli. Ini berarti mental kapitalistik dan hedonism sudah tertanam sejak dini. Belum lagi masalah interaksi dalam permainan tersebut yang sangat minim, kurang sosialisasi, tidak ada kebersamaan dan jauh dari kekompakkan. Bukankah hal ini sama juga dengan mendidik anak menjadi individualistik ? interaksi dengan alam juga sangat minim, kebanyakan orang tua rela mengorbankan uang berapa saja asalkan anak kesayangannya tidak keluar rumah. Akibatnya fisik anak menjadi lemah, gampang sakit, tidak tahan panas apalagi hujan, selain itu anak menjadi bermental manja karena perminataannya selalu
dituruti orang tua terutama masalah barang mainan.

Berbeda jauh denga permainan anak-anak zaman dahulu terutama daerah pedesaan dan perkampungan sarat dengan nilai kejujuran, kebersamaan, kekompakan, kerjasama, keuletan dan olah fisik. Memang kebanyakan permainannya beresiko tinggi dan tergolong berbahaya, namun proses itulah yang membuat manusia zaman dahulu fisiknya kuat, pemikirannya cerdas dan akhlak mulia. Bagaimana tidak hampir semua permainan rakyat tidak perlu mengeluarkan biaya alias gratis. Mobil-mobilan bisa bikin sendiri, walaupun pada awalnya mobil-mobilan tersebut dibikinkan oleh orang tua/kakek/saudara yang sudah besar namun lambat laun anak tersebut pandai bikin mainannya sendiri (bukankah ini berarti kreatifitas). Anak kampung sangat dekat dengan alam, boleh dibilang tiada hari tanpa bermain dengan alam, walaupun panas terik ataupun hujan ribut semuanya bisa dijadikan mainan yang asyik. Tidak jarang juga anak yang sakit habis main hujan-hujanan akan tetapi setelah terbiasa fisik akan menjadi kuat dan tahan terhadap hujan. Dalam permainan rakyat, hampir tidak ada yang bisa dimainkan sendirian, semuanya memerlukan teman sepermainan. Karena permainan rakyat adalah permainan tim yang perlu kerjasama. Kebersamaan adalah poin terpenting dalam permainan rakyat.

Melihat kondisi permainan anak-anak zaman sekarang baik didesa apalagi di kota saya khawatir permainan rakyat suatu saat akan hilang tergusur zaman. Di lain kesempatan saya akan mencoba menginventarisir dan mengabadikan permainan rakyat terutama permainan rakyat asal kelahiran saya yang tentunnya sering saya mainkan bersama teman-seman semasa kecil dahulu dalam bentuk tulisan. Semoga segera terwujud. Amien……..


Related Posts

Comments
2 Comments

2 comments:

Sigit Aprisama said...

Assalamu'alaikum. Boleh tau alamatnye dimane?Saye ad rencane mengangkat permainan tradisional melayu sambas yg diintegrasikan ke dalam pelajaran bahasa Inggris SD. saye tinggl d singkawang.

Bunk Yoen said...

Wss wr. wb... Setuju inyan ye,,,, Udah lama sih rencane nak buat buku ttg permainan gek kaccik dolo'. Cume krne berbagai keterbatasan blm juak telaksane... Gmane pun bentuknye ase sayang inyan biak kinni udah dak kenal agek dgn maingan gek dolo,,, Insyaalah sye dukung dan siap bantu dgn sgale kemampuan yg ad untok mwujudkan rencane insanak ie... Alamat asal sye di Dus Sep. Jirak Kec. Semparok. Cume sekarang domisili maseh di PTK (melakka'kan kuliah),,,, Untok lbh jelasnye & mudahkan komunikasi sile add akun fb sye https://www.facebook.com/biacksambas

Passan Pala' Kesah

Awalnya blog ini dibuat hanya iseng untuk mendokumentasikan dan mengumpulkkan khazanah tanah kelahiran yang hampir terlupakan generasi muda. Berawal dari postingan permainan rakyat dan kamus mini bahasa Melayu Sambas, admin terus memperbaiki SEO dan postingan dan berupaya memenuhi apa yang diinginkan pembaca blog ini. Setelah di analisa, ternyata kebanyakan pengunjung blog ini mencari tentang sejarah kelam Sambas 1999.

Inginya blog ini difokuskan untuk sejarah, budaya dan segala sesuatu yang terkait dengan tanah kelahiran, namun pada perjalanannya admin banyak menemukan artikel menarik dan sengaja direpost disini untuk arsip pribadi. Sungguh sangat tidak disangka ternyata banyak juga pembaca punya ketertarikan yang sama dengan fenomena akhir zaman yang semakin nyata. Untuk saat ini admin akan fokus pada artikel tentang Dajjal dan Imam Mahdi yang dipastikan sebentar lagi akan tiba. Apabila pembaca menemukan artikel yang menarik haraplah berikan hujatan, celaan atau komentarnya...^_^

Jika ada yang tertarik untuk menjadi penulis di blog ini, atau tukar link sesama blogger, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi admin

Hariyono Al Kifri